Minggu, 14 Oktober 2012

LATAR BELAKANG SURAH AL ALAQ

BAB 1
1.    LATAR BELAKANG
       Islam adalah satu-satunya agama samawi yang memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Perhatian ini dibuktikan melalui turunnya wahyu pertama Qs. Al-Alaq 1-5. Sebagian mufasirin menyatakan bahwa ayat tersebut sebagai proklamasi dan motivasi terhadap ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kita harus memberikan skala prioritas yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Tanpa itu, kita akan terus daitur, dijajah, dan didekte oleh bangsa lain yang lebih tinggi kemajuan ipteknya. Dengan kemajuan iptek kita dapat mensejahterakan kehidupan umat manusia, dan mengelola alam dengan baik.
        Mengenai wahyu pertama dalam surat Al-Alaq tersebut, terdapat khilafiyah dikalangan ulama’, Pendapat minoritas mengatakan bahwa surat yang pertama kali turun yaitu surat Al-Fatihah. Diantara yang berpendapat seperti itu adalah Syekh Muhammad Abduh dengan dalil riwayat Al-Baihaqi yang ternyata haditsnya adalah dho’if, dan dalil naqli (secara akal) yang menyatakan bahwa Allah akan menjelaskan sesuatu dari yang global, sedangkan Al-Fatihah mencakup penjelasan Al-Qur’an secara global.
Namun golongan mayoritas tidak sependapat dengan hal itu karena lebih berpegang pada hadits yang lebih shohih diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori yang menjelaskan bagaimana peristiwa pertama kali turunnya Al Qur’an, dan yang turun pertama kali yaitu surat Al ‘Alaq (ayat 1-5).
Surah Al-'Alaq
Surah Al-'Alaq "Segumpal Darah" adalah surah ke-96 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bersemedi di gua Hira. Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam.

Pokok-pokok isi
Perintah membaca lingkungan alam semesta untuk menemukan siapa sebenarnya Tuhan; tersurat dalam Surat Al alaq: manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan;Janganlah manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.
Surat Al 'Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar